Day two resume - PKKMB UNUSA




Pak Ainun Najib: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri

Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mengajar, berinteraksi, dan berperan di masyarakat. Perubahan tersebut mencakup:
1. Pembelajaran Digital – Pemanfaatan e-learning, MOOC, dan webinar untuk akses pendidikan yang lebih luas, fleksibel, dan inklusif.
2. Kurikulum Berbasis Teknologi – Integrasi AI, big data, IoT, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.
3. Keterampilan Baru – Penyesuaian kurikulum menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data dengan penekanan pada kreativitas, kolaborasi, dan problem solving.
4. Infrastruktur Digital – Penguatan jaringan broadband, laboratorium virtual, dan perangkat kolaboratif menuju kampus digital.
5. Kolaborasi Global – Kemitraan dengan universitas internasional, perusahaan teknologi, dan startup, termasuk program pertukaran fisik maupun virtual.
6. Evaluasi Berbasis Data – Pemanfaatan learning analytics untuk memantau kemajuan mahasiswa dan pengambilan keputusan berbasis data.
7. Peran sebagai Inovator – Perguruan tinggi menjadi pusat riset, inovasi, serta pengembangan startup dan inkubator teknologi.
Kesimpulan: Perguruan tinggi dituntut beradaptasi cepat agar tetap relevan dan mampu mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0.



KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim: Mencetak Mahasiswa Unusa
sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) diposisikan sebagai penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, sejalan dengan afiliasi langsung kampus ini dengan NU.
1. Landasan Ideologis Aswaja An-Nahdliyah
- Berpegang pada Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas.
- Corak NU menekankan moderasi (tawassuth), keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah).
- Menghargai keragaman mazhab dan mengutamakan fiqih sosial.
2. Peran Mahasiswa UNUSA
- Penjaga Tradisi Keilmuan: Mempelajari kitab klasik NU dengan pendekatan kontekstual.
- Agen Moderasi: Menolak radikalisme, membangun toleransi dan dialog antaragama.
- Pejuang Sosial: Berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan isu kemanusiaan.
- Inovator Tradisi: Mengadaptasi nilai Aswaja dalam teknologi, budaya, dan isu modern.
3. Implementasi di Kampus
- Kurikulum wajib: Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, Aswaja.
- Kegiatan: Majelis taklim, UKM Islam, LSO seperti PMII, IPNU/IPPNU.
- Festival budaya NU serta kolaborasi dengan PBNU dan PWNU.
4. Tantangan Generasi Aswaja
- Globalisasi dan radikalisme yang mengancam identitas.
- Disrupsi digital dan maraknya hoaks.
- Relevansi pemuda untuk menunjukkan Aswaja sebagai solusi modern.
Kesimpulan: Mahasiswa UNUSA adalah generasi harapan yang dituntut menginternalisasi nilai Aswaja, mengimplementasikan prinsip moderat dan toleran, serta mengembangkan tradisi intelektual NU. Mereka menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dengan masa depan Indonesia yang berkeadilan dan beradab.



Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA : Generasi Muda
Berintegritas Anti Korupsi

1. Dampak Korupsi
Korupsi merusak tidak hanya uang negara, tetapi juga sumber daya manusia dan harapan bangsa. Dampaknya meluas ke berbagai sektor, termasuk pembangunan dan kesehatan. Menurut UNCAC/UU No.7 Tahun 2006, korupsi:
- Merusak pasar, harga, dan persaingan sehat.
- Merusak proses demokrasi.
- Melanggar hak asasi manusia.
- Meruntuhkan hukum.
- Menurunkan kualitas hidup/pembangunan berkelanjutan.
- Menyebabkan berkembangnya kejahatan lain.
2. Jenis Korupsi
- Grand Corruption: skala besar, misalnya di sektor tambang.
- Petty Corruption: skala kecil, seperti tilang masuk kantong pribadi.
- Political Corruption: praktik korupsi dalam politik.
3. Bentuk-Bentuk Korupsi
- Kerugian keuangan negara.
- Suap menyuap.
- Penggelapan jabatan.
- Gratifikasi.
- Pemerasan.
- Perbuatan curang (pemalsuan).
- Tindak pidana lain terkait korupsi (mengganggu penegakan hukum).
4. Karakter Patriotis Bangsa yang Mulai Luntur
- Cinta tanah air dan rakyat.
- Rela berkorban.
- Solidaritas dan menghargai sesama.
- Kesatuan dalam keragaman.
- Kesederhanaan dan kemandirian. Contoh kondisi saat ini: budaya antre yang buruk, pelanggaran disiplin lalu lintas, dan rendahnya kesadaran sosial.
5. Nilai-Nilai Anti Korupsi (9 Nilai Utama)
- Jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, sederhana, kerja keras (Nilai paling utama adalah kejujuran)



Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes.: Pengenalan
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Dan
Perwujudan Indonesia Emas

1. Prinsip Penerapan K3L
- Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan.
- Kepatuhan regulasi: UU K3, UU Lingkungan, PP No. 50/2012.
- Inovasi teknologi hijau & ramah lingkungan.
- Penguatan budaya keselamatan dan keberlanjutan.
- Partisipasi semua pihak: pemerintah, perusahaan, pekerja, masyarakat.
2. Peran K3L dalam Indonesia Emas 2045
- Tenaga kerja produktif & sehat → mendukung daya saing global.
- Industri berwawasan lingkungan → menjaga keberlanjutan SDA.
- Masyarakat terlindungi dari dampak negatif pembangunan.
- Citra positif Indonesia di dunia → menarik investasi hijau.
3. Potensi Bahaya dan Kendali Risiko
- Potensi bahaya = faktor penyebab yang bisa menimbulkan kecelakaan/kerugian bila tidak dikelola.
- Bukan kecelakaan itu sendiri, tapi sesuatu yang harus diantisipasi & dikendalikan.
4. Prinsip 5R dalam K3L
- Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.


Media Sosial: 

Lihat blog teman saya : Aisyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day One Resume - PKKMB UNUSA

Gubernur Launching Clicks.id, Ajak Mahasiswa Unusa Cerdas Bedakan Berita Hoax dan Fakta - UNUSA