Day One Resume - PKKMB UNUSA




Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA


Indonesia memiliki sekitar 3000 perguruan tinggi, namun hanya 161 yang terakreditasi unggul (A). Salah satunya adalah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), yang pernah menempati peringkat ke-80 nasional, bahkan melampaui sejumlah perguruan tinggi negeri. UNUSA memiliki 22 program studi dengan fokus utama pada bidang kesehatan, bisnis, dan teknologi, serta mengembangkan kelas internasional S1 Keperawatan dan kerja sama dengan universitas luar negeri seperti di Malaysia dan Taiwan.

Visi UNUSA adalah menjadi lembaga pendidikan tinggi terkemuka dan unggul di ASEAN, berjiwa wirausaha serta berjati diri Islami. Nilai utama visinya mencakup:

Terkemuka: pelopor jejaring dan pembaruan.

Unggul: optimal dalam individu, tim, maupun organisasi.

Berjiwa Wirausaha: kreatif, inovatif, mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab.

Berjati Diri Islami: beriman, jujur, disiplin, kerja keras, dan berkomitmen.

Mahasiswa difasilitasi untuk mengembangkan potensi diri melalui organisasi, magang, pertukaran pelajar, serta pendidikan berbasis mutu dan nilai. Saat ini UNUSA juga tengah mengembangkan program S2 dan pendidikan dokter spesialis, menjadi salah satu kampus swasta yang mendapat izin membuka program tersebut. Cita-cita besarnya adalah melahirkan lulusan dengan kualitas akademik dan karakter unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.  



Yudi Latif, MA., Ph.D : Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri


Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Indonesia sejak awal kemerdekaannya dikenal sebagai pelopor gerakan kemerdekaan dunia, bahkan menjadi model perjuangan bagi bangsa lain, seperti Vietnam. Kehormatan bangsa tidak ditentukan oleh besar atau kecilnya, melainkan oleh kualitas dan karakter manusia.

Bung Hatta menekankan bahwa Indonesia adalah negara majemuk. Untuk itu diperlukan common ground, jaringan konektivitas dan inklusivitas agar keragaman tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan. Semen perekat bangsa adalah etika, nilai, dan Pancasila sebagai moral bersama dan titik temu, bukan pemisah.

Visi negara yang tercantum dalam UUD 1945 adalah mewujudkan kemerdekaan, keadilan, dan kemakmuran. Kemerdekaan memiliki dua makna:

Bebas dari penjajahan dan diskriminasi.

Bebas untuk mengembangkan potensi diri serta kekayaan alam.

Kemakmuran bukan hanya soal sumber daya alam, tetapi juga kesempatan yang adil di bidang politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Perlu menjaga lingkungan, keadilan sosial, dan mengurangi kesenjangan. Literasi, pembangunan manusia, serta pemanfaatan teknologi modern di bidang pertanian dan perikanan juga sangat penting.

Selain itu, dialog antaragama, kerukunan, ketertiban, dan kedamaian perlu dijaga untuk harmoni masyarakat. Membangun karakter kolektif, integritas, dan kerja keras adalah kunci bagi masa depan Indonesia yang terhormat.

Akhirnya, generasi muda diajak untuk berkontribusi, mengembangkan potensi terbaiknya, dan membawa bangsa menuju kejayaan.



Erisandy Yudhistira : Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa


Dengan akses yang semakin gampang bisa jdi peluang (kebutuhan konsumsi bisa diperoleh cepat. Kayak mau ospek tinggal klik terus barang datang 1-2 jam saja) dan ancaman (dengan adanya kemudahan, jika tidak bijak memakainya akan susah dikemudian hari seperti paylater. Yang bisa mengancam keuangan kita di masa depan)

Quotes Warren Buffett yg asetnya melebihi sedikit dari bank mandiri. Aset paling penting itu potensi kita sendiri. Kita harus bisa mengukur dan menentukan kekuatan dari potensi yang dimiliki. Contoh Rafi Ahmad 25 tahun lalu ga punya banyak aset, di masa sekarang dia memiliki banyak aset

Lalu data pendapatan dari pensiunan yang nomor 1 nya dari anak / menantu sedangkan sekitar 240 bulan sisa hidup tanpa penghasilan yang pasti. Nah sedangkan kita perlu persiapan untuk masa depan.

Di 0-23 tahun adalah ketergantungan finansial

23-35 tahun pembelajaran finansial (punya anak, ngurus finansial dengan bijak)

35-55 tahun masa produktif (sudah matang, jabatan lebih tinggi)

55-tutup usia (pensiun)

Perencanaan keuangan. Harus sesuai prioritas dahulu. Pertama harus menyisihkan untuk menabung dan jangan dahulukan kebutuhan sekunder

Tujuan nabung tuh karena musuh paling ga bisa dihindari adalah inflasi. Seperti harga teh yang naik dan yg paling parah adalah menurunnya nilai mata uang. 

Ada contoh ada orang yang tiba-tiba menang lotre dan tanpa perencanaan keuangan membeli kebutuhan secara foya-foya lalu berakhir bangkrut. Ada contoh lagi penarik becak dan istrinya akhirnya berangkat haji setelah berlama menabung

"The way to get started is to quit talking and begin doing"


Untuk memulai investasi. 

1. Menentukan tujuan investasi (seperti rencana pendidikan, pensiun, menikah)

2. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yg ditetapkan

3. Profil resiko (toleransi diri terhadap berinvestasi. Yang resikonya rendah ya pendapatnya rendah dan yang resikonya tinggi bisa pendapatnya tinggi)

4. Alokasi investasi (membeli emas, reksa dana, properti, deposito jangka panjang)

5. Tinjauan periodik (mengoptimalkan hasil sesuai tujuan)


Pengelolaan dana jika tidak memiliki hutang:

1. 25% dana darurat

2. 45% kebutuhan sehari-hari

3. 10% tabungan (untuk impian)

4. 20% ++ bisnis dan investasi

Pengelolaan dana jika memiliki hutang:

1. 25% dana darurat

2. 45% kebutuhan sehari-hari

3. 20% bayar hutang

4. 10% ++ bisnis dan investasi


Cara memilih produk reksadana (berdasarkan resiko)

1. 5% Konservatif (1 tahun) = reksa dana pasar uang

2. 8% Seimbang - moderat (1-3 tahun) = reksa dana pendapatan tetap, reksadana terproteksi

3. 12% Bertumbuh (1-3 tahun) = reksa dana campuran

4. 17% Agresif (lebih dari 3 tahun) = reksa dana saham, reksa dana index



Dr. Pulung Siswantoyo, SKM., M.KES : Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik


Berpikir kritis itu intinya kemampuan buat menganalisis informasi secara objektif dan bikin penilaian yang masuk akal. Nah, biar kemampuan ini berkembang, ada beberapa strategi yang bisa dilatih:

1. Kembangkan rasa ingin tahu

 > Jangan puas sama jawaban seadanya. Biasakan tanya "kenapa" dan "gimana". Cari akar masalah, bukan cuma gejalanya.

2. Lihat dari berbagai perspektif

 > Coba dengar pendapat orang lain, bandingkan solusi alternatif, jangan cuma kejebak satu cara pikir.

3. Latih penalaran logis

 > Belajar struktur argumen, kenali kesalahan logika, dan bedain mana fakta, opini, sama asumsi.

4. Pakai kerangka kerja pemecahan masalah

 > Misalnya metode PDCA, 5 Whys, atau analisis SWOT buat lebih terarah.

5. Waspadai bias kognitif

 > Kenali bias kayak konfirmasi, anchor, atau ketersediaan. Buka diri sama info yang beda dari keyakinan kita.

6. Refleksi diri

 > Evaluasi keputusan yang udah diambil, pelajari hasilnya, terus ambil hikmah dari salah maupun berhasil.

7. Diskusi dan debat

 > Ikut forum atau ngobrol sama orang dengan pandangan beda. Latih kemampuan mendengar aktif, dan belajar ngasih argumen pakai bukti yang kuat.

8. Belajar terus-menerus

 > Baca banyak sumber dari bidang berbeda, ikut pelatihan logika/pemecahan masalah, lalu praktikkan di kehidupan nyata.


Kesimpulannya, berpikir kritis itu nggak instan, tapi keterampilan yang bisa terus dilatih. Kalau konsisten pakai strategi ini, kita bakal lebih jago nemuin solusi terbaik buat masalah apa pun.


Media Sosial: 

- Website Fakultas

- Facebook

- Instagram 

- Youtube

- Twitter ( X ) 

- Tiktok


Lihat blog teman saya : Aisyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day two resume - PKKMB UNUSA

Gubernur Launching Clicks.id, Ajak Mahasiswa Unusa Cerdas Bedakan Berita Hoax dan Fakta - UNUSA